Jumat, 29 Oktober 2021

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN 3 UNDANG-UNDANG

         A.     UNDANG-UNDANG 45

Kelebihan

ü  Aturan kini lebih seusai dengan perkembanganzaman

ü  Rakyat memiliki lebih banyak kebebasan

ü  Celah celah untuk penyalahgunaan UUD'45 sudah tertutup

Kekurangan :

ü  Rakyat yang tidak bertanggung jawab bisa bertindak lebih semena mena

ü  Perubahan belum tentu mengarah ke arah yang lebih baik

ü  Keputusan baru bisa sja merugikan salah satu pihak

B.      UNDANG-UNDANG RIS

Kelebihan

ü  Merealisasikan negara RIS yang diakui pihak belanda, bfo, dan RI setelah konferensi den haag 1949

ü  Tidak percaya dari parlemen

ü  Dpr dapat membubarkan kabinet bila dianggap menyimpang

Kekurangan

ü  Konstitusi yg bersifat sementara

ü  Masa jabatan kabinet tidak ditentukan

ü  Kepala negara tidak dapat diganggu gugat

ü  Mementingkan kekuatan partai di parlemen

C.      UNDANG_UNDANG SEMENTARA

Kelebihan

ü  Demokrasi multipartai

ü  Pelaksanaan pemilu demokratis

ü  Berhasil menggalang dukungan internasional melalui KAA

Kekurangan

ü  Stabilitas politik terancam

ü  Tidak terdapat partai yang menang secara mayoritas

ü  Jatuh bangun kabinet yang singkat

ü  Kebijakan pembangunan tdk jalan

2.       RUMUSAN PANCASILA

A.     Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Muhammad Yamin yang diajukan secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945

1)      Peri kebangsaan

2)      Peri kemanusiaan

3)      Peri Ketuhanan

4)      Peri kerakyatan

5)      Kesejahteraan rakyat

B.      Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Mr. Soepomo tanggal 31 Mei 1945

1)      Persatuan

2)      Kekeluargaan

3)      Keseimbangan lahir dan batin

4)      Musyawarah

5)      Keadilan rakyat

C.      Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Muh. Yamin  yang diajukan secara tertulis

1)      Ketuhanan Yang Maha Esa

2)      Kebangsaan Persatuan Indonesia

3)      Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

4)      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5)      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

D.     Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Ir. Soekarno, Tgl.  1 Juni 1945

1)      Kebangsaan Indonesia

2)      Internasionalisme atau peri kemanusiaan

3)      Mufakat atau demokrasi

4)      Kesejahteraan social

5)      Ketuhanan yang berkebudayaan

 

3.       HASIL BPUPKI DAN PPKI

A.     Hasil Sidang BPUPKI I dan II
BPUPKI didirikan pada tanggal 1 Maret 1945. Ketuanya adalah dr.K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dan wakilnya adalah R.P. Suroso.

1)      Hasil Sidang Pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945
Menghasilkan Rumusan PANCASILA oleh:

ü  Muh.Yamin (29 Mei 1945), seperti pada rumusan di atas point A

ü  Prof.Dr.Supomo (31 Mei 1945), seperti pada rumusan di atas point B

ü  Ir.soekarno (1 Juni 1945), seperti pada rumusan di atas point D

2)      Hasil Sidang BPUPKI Kedua Pada Tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945

ü  Pernyataan Indonesia merdeka

ü  Pembukaan Undang-Undang Dasar

ü  Undang-Undang Dasar itu sendiri dan Batang Tubuh

B.      HASIL SIDANG PPKI

a)       Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945

ü  Mengesahkan UUD sebagai UUD negara RI

ü  Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden

ü  Untuk sementara waktu presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia

b)      Sidang PPKI II tanggal 19 Agustus 1945

ü  Menetapkan wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi dan menunjuk gubernurnya

ü  Menetapkan 12 departemen beserta menteri-menterinya

ü  Mengusulkan dibentuknya tentara kebangsaan

ü  Pembentukan komite nasional di setiap provinsinya

c)       Sidang PPKI III tanggal 22 Agustus 1945
a. Dibentuknya Komite Nasional.
b. Dibentuknya Partai Nasional Indonesia.
c. Dibentuknya tentara kebangsaan

 

4.       FILSAFAT PANCASILA

Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakekatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis, fundamental dan menyeluruh. Untuk itu sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh, hierarkhis dan sistematis. Dalam pengertian inilah maka sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. Konsekuensinya kelima sila bukan terpisah-pisah dan memiliki makna sendiri-sendiri, melainkan memiliki esensi serta makna yang utuh.

Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan, kemasyarakatan dan kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan, yang merupakan masyarakat hukum (legal society).

Sebagai filsafat, Pancasila memiliki karakteristik sistem filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya, yaitu antara lain :

1.     Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Dengan pengertian lain, apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah, maka itu bukan Pancasila.

2.      Pancasila sebagai suatu substansi, artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri, yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri.

3.      Pancasila sebagai suatu realita, artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya, sebagai suatu kenyataan hidup bangsa, yang tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari

Ciri Teks Cerita Fantasi

 

A.      Ciri teks cerita fantasi

1.       Ada keajaiban/ keanehan/ kemisteriusan

Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik.

2.       Ide cerita Ide

cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayali yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik.Tema cerita fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik. Contoh, pertempuran komodo dengan siluman serigala untuk mempertahankan tanah leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan karena tumbukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun mendatang

3.       Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)

Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh Nono bisa mengalami kejadian pada beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

4.       Tokoh unik (memiliki kesaktian)

Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktiankesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokok dapat ada pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/ futuristik).

5.       Bersifat fiksi

Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. Misalnya, latar cerita dan objek cerita

6.       Bahasa

Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

( BAHASA INDONESIA KELAS 7 REVISI 2017, Hal. 50-52)

 

B.      Jenis Cerita Fantasi Cerita Fantasi Total dan Irisan

1. kategori cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita kategoriini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang.

2.     Cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.

 

C.      Cerita fantasi Sezaman dan Lintas Waktu

1.       Latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik).

2.       Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik)

 

D.      Ciri kebahasaan  pada Cerita Fantasi

1.       Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni)

2.       Penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana) Contoh deskripsi latar tempat Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu. Laboratorium berantakan. Semua peralatan pecah. Aneh hanya laptopku yang masih menyala.

E.       Latar

1.       Latar suasana Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari bibirnya. Kamar yang megah ini terasa sunyi dan penuh kesedihan.

2.       Latar waktu Tengah malam tak ada bintang di langit itu. Mendung hitam nampak mengumpal. Lolongan anjing bersahut-sahutan menyambut malam yang semakin larut. c) Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna  khusus. Contoh 1 Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus sekeliling.

Kota Aquatik

Indra melirik jam tangannya. Sudah menunjukan pukul 13.23 Wita. Di depan kelas terlihat temannya, Dadang, masih berusaha keras menceritakan kembali cerita fantasi yang telah ia baca. Di sampingnya Pak Risman, Guru Bahasa Indonesia kami, terus menyemangati.

Tiba-tiba saja Indra merasa sangat ingin buang air kecil.

“Pak, saya mau izin ke kamar kecil”, bisik Indra pada Pak Risman.

“Iya..”, jawab Pak Risman tetap memandang ke arah Dadang.

Indra segera berlari menuju ke arah kamar mandi yang letaknya di lantai satu bagian belakang sekolah kami. Tak ada siapapun disitu. Indra segera memutar gagang pintu kamar mandi ke dua khusus putra begitu ia sampai di depan kamar mandi. Baru hampir setengah pintu terbuka, ia segera melangkah masuk. Namun, belum sempat masuk ke dalam dan menutup pintu, Indra merasakan ada keanehan. Ada hal yang tak biasa terjadi pada tubuhnya. Belum habis rasa keanehannya, Indra tak sadarkan diri dan jatuh di lantai kamar mandi.

Selang tak berapa lama Indra mulai sadar. Begitu membuka mata ia sangat terkejut.

“Di mana ini?” bisiknya dalam hati.

Indra tak lagi berada dalam kamar mandi. Ia sudah berada di sebuah daerah yang semua bangunannya aneh. Bangunannya mirip kerang yang sering dilihatnya di laut. Hanya saja ukurannya lebih besar. Bahkan dilengkapi pintu, jendela, juga fentilasi.

“Apakah ini mimpi?”gumam Indra lagi.

Ia melihat kanan kiri. Tak ada siapapun di sana. Ia segera berdiri dan berjalan mendekati bangunan kerang berwarna hijau. Begitu di depan bangunan itu langkahnya terhenti. Dia hanya menatap sosok yang keluar dari balik pintu rumah kerang hijau. Pintu terbuka perlahan sebelum ia ketuk.

“Kamu siapa?” Tanya sosok yang baru saja muncul di depannya.

Pertanyaan itu membuang jauh keterkejutan Indra. Ia tak langsung menjawab. Ia masih terus memperhatikan sosok yang muncul itu. Sosok itu seperti manusia hanya saja bagian kepala yang begitu aneh. Sosok itu berkepala ikan. Kalau tak salah itu menyerupai kepala ikan kerapu. Dari suara sepertinya sosok itu berusia empat puluh tahun ke atas.

“Ini di mana?” Tanya Indra pada sosok itu.

Sosok itu tak langsung menjawab. Ia memperhatikan indra sejenak kemudian tersenyum. Senyum yang aneh bagi Indra karena itu pertama kalinya ia melihat senyum ikan.

“Kamu berada di negeri Aquatis, nak” jawab sosok itu pelan.

“Mengapa orang di sini berkepala Ikan?” Tanya Indra lagi penasaran.

“Dulunya negeri ini kosong. Penduduk yang saat ini tinggal di sini berasal dari dunia sepertimu tapi karena tidak bisa mengumpulkan kerang emas kami berubah menjadi manusia berkepala ikan” jawab sosok itu menjelaskan.

Indra langsung menyahut menimpali

“Berarti aku masih bisa kembali” Tanya Indra kegirangan.

Sosok itu tak menjawab. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.

“Syaratnya kamu harus mendapatkan sebuah kerang emas di kota ini dalam waktu 2 jam sejak kamu tiba di sini” jawab sosok itu menjelaskan.

“Setelah mendapatkan kerang emas maka lemparkan kerang itu ke dalam kolam air mancur di tengah kota. Tapi ingat! Jangan berpikir untuk masuk ke dalam kolam itu kalau kamu tidak ingin berubah menjadi seekor ikan utuh untuk selamanya” sambungnya lagi

“ Terima Kasih, pak “ kata Indra sambil bersiap berlalu dari hadapan sosok berkepala ikan.

Ia tak lagi menghiraukan sosok berkepala Ikan yang terus memperhatikanknya dari jauh.

Indra terus berlari. Ia ingin segera kembali. Diliriknya jam tangan.

“Sudah hampir 1 jam” bisiknya dalam hati sambil terus berlari.

Hampir seluruh kota ia kelilingi. Namun ia belum juga menemukan kerang emas itu. Semua tempat sampah sudah ia acak. Masih tetap ia temukan. Empat puluh menit lagi waktu tersisa yang ia miliki. Sesekali ia bertemu dengan penduduk kota itu. Indra sesekali mengais tanah yang ia harapkan di dalamnya bisa ditemukan kerang emas. Ia tak peduli kemeja sekolah yang mulai kotor kena sampah dan lumpur. Ia terus membongkar tempat sampah dan mengais-ngais tanah.

Dua puluh menit sisa waktu Indra untuk bisa kembali. Keadaan sekitar juga sudah mulai gelap. Sepertinya Kota Aquatis akan segera gelap. Waktu malam telah tiba. Indra mulai terisak sambil terus berlari ke sana ke mari. Matanya terus melihat ke segala arah mencari-cari siapa tahu  di sana ada kerang emas. Namun semua sia-sia. Tak ada tanda-tanda ada kerang emas.

 Sepuluh menit sisa waktu yang ia miliki. Ia masih terus berlari. Kali ini ia berlari ke arah kolam air mancur yang ada di tengah kota. Kolam itu berdiameter 100 meter dengan dasar kolam tak terlihat. Di dalam berenang ikan-ikan dengan berbagai jenis. Baik yang berukuran kecil hingga sebesar paus. Ia terduduk lemas dengan bersandar ke dinding kolam. Air matanya terus menetes. Menangis terisak. Tertunduk lesu.

“Nak, kamu punya sesuatu yang bisa di makan?” tiba-tiba ada suara di depannya.

Indra mendongak. Melihat sosok yang tadi bersuara. Indra tak terkejut lagi. Di depannya sudah berdiri sambil memegang tongkat sosok manusia berkepala ikan. Kali ini kepala ikan tuna. Sedikit berkerut karena sudah berusia lanjut.

Indra meraba kantong celananya mencari sesuatu di sana. Ia menemukannya. Sebungkus kue pia yang dibelinya di kantin sekolah. Belum sempat ia makan karena keburu bel istrahat masuk berbunyi dan Pak Risman sudah di kelas. Indra langsung menyerahkan pia itu pada nenek kepala ikan tuna.

Diliriknya jam tangan. Tersisa 2 menit untuk dia bisa kembali. Dia kembali tertunduk membayangkan kedua orang tuanya. Air matanya kembali menetes.

“Ibu, Ayah, Indra minta maaf” kata Indra lirih.

Tiba-tiba di depannya terjulur tangan yang memegang kerang emas. Sontak Indra bangun mengambil kerang itu dan langsung melemparkannya ke kolam. Ia pun mulai tak sadarkan diri. Sayup-sayup terlihat wajah seorang nenek dengan kepala normal tersenyum padanya.

“Terima kasih nek” bisiknya dalam hati.